Kesan Pertama Nonton "Naruto The Last The Movie"

Naruto The Last. Hal pertama yg saya pikirkan adalah kalau ini memang movie naruto yg terakhir dan sebagai fans beratnya, nonton adalah satu - satunya cara untuk menebus segala kesalahan karena selama ini telah mengkonsumsi anime naruto secara illegal. Saya tidak sempat nonton di hari pertama saat film ini diputar untuk pertama kalinya di Indonesia, tepatnya tanggal 8 April 2015 berhubung masih ada kerjaan dan karena alasan masih rame/susah dapet tiket.
Hari minggunya saya langsung cabut sama temen kosan yang juga maniac naruto :v.
Khusus movie ini memang tidak diputar di sembarang bioskop gan, cuma ada di Blitzmegaplex dan Platinum Cineplex. Untung jarak dari kosan ke blitz cukup dekat, naik kendaraan umum langsung jalan kaki 1 menit :v. Harga tiketnya 50K untuk setiap orang, mahal gan. Hari minggu lumayan rame ternyata, untuk pemutaran jam 01.00 siang kursi sudah lumayan penuh sehingga saya harus menunggu pada pemutaran jam 02.30 siang supaya dapat posisi kursi yg agak enakan.
Langsung ke film nya gan. Kualitas video agak burem, gelap dan masih ada subtitle english yang nempel. Untuk audio tidak diragukan lagi. Yang saya sayangkan adalah kualitas subtitle indonya yang agak kurang sreg ama jiwa wibu ane gan. Barangkali yang nerjemahin gak seneng naruto ? Soalnya bahasanya terlalu formal dan banyak kosakata yg missmatch. Masih kalah jauh jika dibandingkan dengan fansub naruto ilegal indo semacam NSIF, samehadaku, naruchigo, dll.
Tapi secara keseluruhan emang gak rugi sih nonton di layar lebar. Biar sekali kali nonton film legal juga gan jangan download yang bajakan mulu :v.

0 comments:

Post a Comment